Peristiwa tragis terjadi di Pegunungan Pendakian Carstensz, Papua Tengah, saat dua pendaki perempuan, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono, kehilangan nyawa dalam ekspedisi menuju puncak. Kejadian ini mengingatkan akan bahaya besar yang mengintai di salah satu gunung tertinggi Indonesia.
Pendakian yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi bencana ketika komunikasi rombongan dengan tim basecamp terputus. Tim penyelamat segera dikerahkan, namun nyawa kedua pendaki tidak dapat diselamatkan. Evakuasi pun menghadapi kendala cuaca ekstrem yang memperlambat proses pemulangan jenazah.
Kronologi Kejadian di Puncak Carstensz
Rombongan pendaki yang berjumlah 10 orang, didampingi 5 pemandu, berhasil mencapai puncak pendakian Carstensz pada Sabtu (1/3) siang. Namun, malam harinya, komunikasi mereka dengan basecamp tiba-tiba terputus, menimbulkan kekhawatiran akan kondisi tim di atas gunung.
Seorang pemandu yang mengalami hipotermia turun lebih dahulu untuk meminta bantuan. Menyadari adanya situasi darurat, tim penyelamat segera mengerahkan pemandu internasional Dawa Gyalje Sherpa ke lokasi kejadian pada Minggu (2/3) dini hari.
Upaya Penyelamatan dan Kendala Cuaca
Saat tiba di lokasi, tim penyelamat menemukan Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono dalam kondisi tidak bernyawa. Sayangnya, cuaca buruk di sekitar Pegunungan Carstensz memperumit proses evakuasi. Hingga saat ini, baru satu jenazah yang berhasil dievakuasi, sementara satu lainnya masih menunggu kondisi cuaca yang memungkinkan untuk pemulangan.
Bahaya Ekspedisi ke Carstensz
Gunung Carstensz memiliki medan ekstrem dengan suhu yang bisa turun drastis dan kondisi cuaca yang berubah-ubah. Pendakian ke puncak membutuhkan persiapan matang, termasuk peralatan yang sesuai dan fisik yang prima. Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapan sebelum menaklukkan gunung setinggi 4.884 meter ini.
Imbauan bagi Pendaki
Para pendaki yang berencana mendaki Carstensz disarankan untuk melakukan persiapan ekstra, termasuk membawa peralatan keselamatan lengkap dan memahami risiko hipotermia. Selain itu, penting untuk selalu menjaga komunikasi dengan tim basecamp agar dapat menghindari kejadian serupa di masa depan.